Pengobatan Terekstrim yang Harus Anda Tahu

Ular, Lintah, Lebah ...

Mendengar nama-nama itu dalam benak Anda langsung terbayang kengerian. Yang satu bisanya membuat Anda terbunuh, yang satu lagi menjijikan dan rakus menghisap darah, lalu yang terakhir -jika Anda pernah kena sengat lebah- apalagi jika satu koloni mengejar Anda, cukup menyeramkan. 

Bahwa mereka bisa membuat Anda mati dan kesakitan memang benar, namun konon mereka juga bisa membuat umur Anda lebih panjang. Benarkah?

Pada akhir tahun 2008 silam 12 petani di Yogyakarta yang sedang menggarap lahan baru, dilarikan ke rumah sakit akibat diserang sekawanan lebah. Lebah-lebah itu menjadi sangat beringas ketika rumah mereka terusik. Para petani yang kebanyakan pria itu babak belur, bahkan salah seorang di antaranya tak lagi mampu berbicara! Itu baru lebah.

Kisah pria yang tewas akibat patukan ular pasti lebih sering Anda dengar, atau minimal pernah menontonnya di Petualang Panji. Ambil contoh, pria-pria di Afrika sangat takut pada ular mamba hitam yang bukan hanya agresif, namun sanggup mengejar manusia beberapa kilometer. Sedangkan pria India lebih memilih langkah seribu ketimbang menghadapi king cobra yang sanggup meninggikan tubuhnya hingga dua meter ketika akan menyerang.

Mengenai lintah? Jika Anda mantan anggota pecinta alam, atau pernah menjadi petani, maka terkena lintah bukan hal yang aneh. Binatang ini seolah mengintai Anda mulai dari areal tanah berawa hingga lereng gunung hujan tropis yang lembab. Dan ukurannya yang kecil bisa membengkak 6X lipat setelah kenyang menghisap darah Anda yang lezat.

Kesipulannya, Anda harus waspada jika bertemu 3 jenis binatang ini, sehingga ketika mereka menyerang, Anda siap melawan atau kabuuuuuuuur ...

Dan ketika terbetik berita bahwa ketiga hewan ini bisa dimanfaatkan agar kita pria-pria bisa hidup lebih sehat dan berumur panjang, patut kita telusuri lebih dalam. Ayo kita lihat:

Serum Ular

ular hijauPercaya atau tidak, bagi anggota Snake Hunter Club Indonesia (SHCI), memasrahkan diri untuk dipatuk ular, menjadi bagian ritual mereka untuk mendapatkan kekebalan tubuh atau bahkan penyembuhan penyakit tertentu. "Tatapi ada cara lain yang tidak begitu ekstrim, yaitu dengan meminum serum bisa ular," kata seorang ahli pengobatan serum bisa ular dari SHCI, Tri Mangkulangit.

Manfaatnya

Menurut Tri, serum bisa ular ini ampuh untuk mengobati berbagai penyakit, khususnya yang disebabkan oleh virus, mikroba dan bakteri. Pemikiran di balik fakta ini adalah bahwa bisa ular yang masuk sedikit demi sedikit ke dalam tubuh manusia akan meningkatkan antibodi -bukan cuma dari gigitan ular, tapi juga dari beragam penyakit yang disebabkan oleh kuman.

Dalam SHCI dikenal adanya tiga level di mana setiap level memiliki khasiat sendiri-sendiri.

  • Level 3 atau level paling ringan
    dapat menyembuhkan penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan rabies. Serum ini dibuat dari bisa ular yang tidak terlalu kuat.
  • Level 2, menyembuhkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan darah seperti diabetes, typhus, lever, asma, dan alergi.
  • Level 1, merupakan serum bisa ular paling beracun di dunia, sanggup mengobati beragam penyakit berat, seperti kanker darah, kanker tulang, hingga HIV.

"Pemanfaatn serum bisa ular ini mirip dengan serum antibisa ular yang digunakan kalangan medis," kata Tri.  Bahkan Tri Mangkulangit mengatakan hasil riset Snake Hunter Club Indonesia sudah mendapat referensi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sengat Lebah

lebahStut...! sengatan lebah langsung menimbulkan sedikit rasa sakit,  pedih dan panas. Awalnya sama seperti disuntik dokter, tetapi kalau rasa sakit akibat suntikan dokter berakhir ketika jarum suntik diangkat dari dalam tubuh kita, pada sengatan lebah rasa sakitnya menetap hingga beberapa menit.

Manfaat

Sengat lebah dipercaya bisa menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah atau yang berkaitan dengan fungsi saraf. Dan karena rata-rata penyakit manusia disebabkan oleh kedua hal tersebut, maka ada sekitar 60 penyakit yang bisa diatasi oleh sengat lebah, seperti : semua jenis sakit kepala, flu, sakit gigi, asma, masuk angin, pegal-pegal di tubuh, selalu kesemutan, tekanan darah tinggi, penyakit perut, sakit pinggang, impotensi, hipersex, membuang jerawat, hingga memperkecil perut.

"Terapi ini sudah sudah dilakukan ribuan tahun lalu, jauh sebelum lahirnya kedokteran modern," kata dr. Adji Suranto, Sp.A. seorang dokter yang menjadi pemerhati pengobatan komplementer. Menurutnya bahwa kasus sengat lebah yang belum diterima kalangan medis adalah caranya yang ekstrim yaitu disengat lebah langsung. Namun untuk apitoxin -racun lebah- yang sudah diekstrak kemudian disuntikkan ke tubuh manusia melalui jarum suntik sudah banyak kalangan medis yang menerimanya. Bahkan kini apitoxin bisa dijumpai dalam bentuk salep.

Sedot Lintah

lintahOrang mengenalnya sebagai lintah kebo. Lintah yang berada di rawa-rawa berwarna coklat kehitaman dengan warna perut sedikit lebih terang.

Ketika menyaksikan pengobatan lintah, seekor lintah diambil dari toples berisi air bening, lalu ditempelkan pada kaki seorang pria yang sedang mengalami asam urat. Pria itu tak berani melihat lintah yang sedang rakus menyedot darahnya. Sumpah, kita yang melihatnya saja sudah bergidik. Campuran antara rasa ngilu, geli, dan jijik. Sekitar sepuluh menit pria tersebut mengalami horor luar biasa dalam hidupnya.

"Sudah," kata Mail siterapi lintah sambil meneteskan semacam cairan yang memaksa lintah itu melepaskan mulut rakusnya dari kaki si pasien. Dan si pasien, ajaibnya, bisa berjalan lebih gagah ketimbang tadi.

Yap, kalau melihat kita akan terkagum-kagum. Pengobatan itu benar-benar berhasil, tokcer, walaupun tidak elit, kampungan dan sulit dicerna oleh otak manusia maju. Ketika ditanya pada si penderita mengenai bagaimana efek samping atau rasanya, jawabnya : "Tidak, tidak terasa apa-apa, biasa aja," katanya.
Masa sih? "Ya paling gatal-gatal sedikit sesudah sedot darah", imbuhnya.
Sedot lintah diyakini bisa menyembuhkan penyakit yang berkaitan dengan darah, seperti perdarahan, asam urat, kolestrol, migran, darah tinggi, diabetes, penyakit pembekuan darah, rasa sakit akibat usus buntu, sisa operasi, hingga penyakit persendian dan depresi.

Namun yang pasti terapi ini melancarkan peredaran darah dan oksigen pada kepala, sekaligus menormalkan kembali penyempitan atau pelebaran pembuluh darah.

Konon manfaat ini didapat dari air liur lintah yang mengandung minimal 15 zat aktif di ataranya zat antikoagulan, penisilin, anti radang, dan anastesi.

"Dalam ludah lintah terdapat hyaluronidase yang bisa mengubah kekentalan darah menjadi lebih encer," kata dr. Siswo. "Jadi pada orang yang memiliki darah merah berlebih, sehingga darahnya menggumpal atau disebut juga polisitemia vera, terapi ini cukup efektif.

Meski secara teori dan fungsi, hipotesa terapi sedot lintah bisa diterima di kalangan ilmuwan, namun dalam praktek kedokteran cara pengobatan yang ekstrim ini belum bisa diterima.

Kalangan medis konvensional dan produsen obat justru mengambil konsep manfaat dari liur lintah ini dan telah digunakan dalam pengobatan medis saat ini.

pernesar penis

Fakta baru dari Jerman, terapi sedot lintah (sedot secara langsung atau hirudo medicine) malah sedang naik daun. Dan hal ini dilakukan secara resmi di berbagai rumah sakit dan tempat praktek dokter. Wah ....!

Sumber: Mens Health

Sekarang keputusan ada di tangan Anda

Artikel Terkait

2 Komentar

Tri | 24 September 2012 - 19:09:44 WIB

Ternyata apa yang Tuhan sudah ciptakan ada manfaatnya semua ya buat manuasia ... Thanks sharingnya mas, semoga kita kita bisa mensyukurinya dan menjaga kelestarian lingkungan.

pureit | 10 Desember 2012 - 09:07:36 WIB

Air bersih sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh, untuk itu mari kita jaga air bersih agar tetap selalu sehat.

Isi Komentar